Stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada kaum remaja. Di usia ini, bimbingan orang tua menjadi hal yang mutlak mengingat emosi anak yang masih labil dan efek lanjutan yang mungkin timbul akibat gangguan tersebut.
Karena itulah pengetahuan akan beberapa faktor pemicu stres pada remaja perlu diketahui agar orang tua mengetahui pendekatan yang paling tepat digunakan pada anak.
Kehidupan sekolah adalah salah satu faktor utama penyebab stres pada remaja. Tuntutan akademis yang dinilai terlampau berat, hasil ujian yang buruk, tugas yang menumpuk dan ekspektasi orangtua yang terlalu tinggi pada anak hanyalah beberapa contoh dari faktor ini. Demikian pula dengan lingkungan pergaulan, dimana teman bagi seorang remaja bisa jadi segalanya, bahkan melebihi keluarganya sendiri.
Meski terdengar sepele, kondisi fisik atau bentuk tubuh menjadi bentuk stres yang lain. Tubuh yang terlampau gemuk, kurus, tinggi, atau jarawat yang terlalu banyak adalah perasaan yang kerap muncul dan mengganggu dalam diri seorang remaja. Apalagi saat ini bagi sebagian orang gaya menjadi faktor penentu suksesnya sebuah pergaulan.
Hal berikut adala kondisi keluarga. Perceraian, hubungan dengan orang tua yang tidak harmonis menjadi faktor lain yang kerap membuat seorang remaja stres. Demikian pula kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan dapat menjadi masalah yang sangat sensitif bagi remaja.
Kisah asmara adalah faktor klise yang secara dominan mewarnai kehidupan remaja. Tapi meskipun klise, perasaan ditinggal oleh orang-orang yang disayangi bisa membuat emosi seseorang menjadi tak terkendali, bahkan tak jarang membuatnya mengambil tindakan yang nekat.
Karena itu orang tua wajib menciptakan suasana keterbukaan dengan anak. Perhatian dan kasih sayang adalah satu hal yang mutlak dilakukan disamping memberi lingkungan yang aman sehingga sianak tahu harus pergi kemana saat hatinya gundah. Karena yang dibutuhkan oleh meraka seringkali hanyalah telinga untuk mendengarkan semua keluh kesah yang dialami.
Sumber: Kompas, 19 Februari 2006
Leave a Reply