Bawang Putih ….
tulisan lanjutan:
Anti Jantung Koroner
Kasus meninggal mendadak akibat serangan jantung, di beberapa negara maju maupun sedang berkembang. Menurut WHO, Pada 29 negara sekitar 35 persen penduduknya yang berusia antara 25-64tahun telah mengidap penyakit jantung koroner.
Di indonesia, peningkatan penyakit jantung koronerjuga telah menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, sebab peringkatnya kini telah naik ke urutan ke-2 sebagai penyebab kematian.
Penyebab pokok dari penyakit jantung koroner adalah menumpuknya lemak, protein & kolestrol pada pembuluh darah. Karena kolestrol merupakan komponen utamanya, maka untuk mencegah penumpukan tadi pertama-tama adalah mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol (daging, telur, udang, cumi-cumi, dsb). Kedua, mengkonsumsi secara rutin makanan alamiah dari tumbuh-tumbuhan yang mampu menghancurkan kolesterol di dalam darah kita. Ternyata, bawang putih merupakan bahan makanan nabati yang ampuh untuk menghancurkan tumpukan kolesterol itu.
Mengaruh makanan nabati pada kesehatan kita sehari-hari, akhir-akhir ini memang banyak mengundang perhatian para ahli medis maupun kaum awam, khususnya karena sekarang makin banyak orang yang mengemari makanan layan cepat (fast food), padahal makanan jenis umumnya mengundang timbulnya berbagai penyakit modern. Makanan jenis fast food kebanyakan sarat dengan gula dan lemak. Sedangkan gula dan lemak yang dikonsumsi dalam jumlah banyak akan menyebabkan meningkatnya kolesterol dalam serum, penumpukan lemak disekitar jantung, dan faktor risiko lain yang mengancam kesehatan jantung. Faktor risiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi ini sering menyebabkan kematian mendadak.
Ada dua hal penting yang menggembirakan kita, khususnya mereka yang telah mempunyai faktor risiko maupun orang yang telah mengidap penyakit jantung. Pertama, terlihat kecenderungan, bahwa penyakit jantung koroner presentasinya rendah pada negara-negara yang banyak mengkonsumsi bawang putih. Kedua, hasil pengamatan para ahli dari berbagai Negara menunjukan, bawang putih memang mempunyai komponen yang berkemampuan mengurangi kadar gula dalam darah dan lemak, mencegah penumpukan lemak pada pembuluh darah dan menghambat terbentuknya cholesterol pada serum. Selain hasil yang diperoleh dengan menggunakan binatang, percobaan pada manusia pun memberikan hasil yang meyakinkan bahwa bawang putih, baik di konsumsi secara mentah, digoreng, atau direbus bisa memperkecil risiko timbulnya penyakit/serangan jantung koroner.
Bordia dan kawan- kawan melaporkan, bahwa zat dalam bawang putih yang mempunyai khasiat untuk mengganyang kolesterol adalah sulfur pada minyak astiri bawang putih. Komponen sulfur yang rumus kimianya “diallil disulfide” inilah juga yang memberi bau khas. Jadi, kandungan minyak astiri pada bawang putih ini memberikan keuntungan ganda. Karena selain rasa dan aroma yang diberikan pada masakan/hidangan kita, khasiatnya pun kita peroleh.
masih berlanjut…….