Tulisan lanjutan…
Bawang Putih …..
Khasiat lain
Bahwa senyawa kimia alamiah yang ikut menentukan bau khas bawang putih adalah “allicin” juga dibuktikan oleh Cavallito, sarjana dari AS. Menurutnya zat “allicin” dari bawang putih bahkan mampu membunuh mikroba penyebab timbulnya tuberkulosa, difteri, tipoid, disentri, dan gonorrhoe. Sifat anti bakteri pada bawang putih ini sebenarnya sudah lama kita amati di Indonesia yang kebanyakan dipakai sebagai obat sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri.
Tadashi Watanabe dari Jepang, berdasarkan risetnya mengungkapkan , bawang putih dapat mengobati berbagai penyakit : asma, demam, tuberkulosa, penyakit 4 L (lesu, lelah, letih, lemah), sampai cacingan, gatal-gatal dan korengan. Dr Kominoto menemukan senyawa lain dalam bawang putih yang bisa memberikan vitalitas bagi tubuh yang disebut “scordinin”. Dalam percobaannya dengan tikus, senyawa ini dapat mempercepat pertumbuhanbadan anak tikus, dan menigkatkan tubuh tikus sampai 2-3 kali.Sedang percobaannya dengan kelinci, “scordinin” juga mampu menekan kadar kolesterol, tapi menaikkan produksi sperma. Itu sebabnya, zat tadi juga mampu merangsang gairah seksual, meningkatkan daya tahan dan orgasme yang optimal, di samping berkhasiat untuk mencegah kerusakan sel tubuh yang diakibatkan oleh proses penuaan.
Bukti baru ditemukan pula oleh Myungchi (sarjana keturunan Cina), bahwa bawang putih mampu menigkatkan konsentrasi HDL (high density lipoprotein) dalam darah yang berfungsi mengenyahkan kolesterol sistem tubuh. Juga ditemukan bahwa zat “allicin” dari bawang putih bisa membunuh cryptococcus neoformans, jenis jamur yang sering menyebabkan penyakit meningitis. Bahkan membunuh Candida albicans, jenis jamur yang sering menyebabkan infeksi pada vagina manusia.
Unsur lain dalam bawang putih ialah selenium, yaitu mineral mikro yang bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah, sehingga penyumbatan pembuluh darah dapat dihindari. Juga bisa berfungsi sebagai antioksidan, sehingga mampumencegah terjadinya kerusakan sel tubuh dan memperlambat proses penuaan. Di samping itu ditemukan adanya zat “anti hemolitic factor”, suatu zat yang mampu mencegah rusaknya sel darah merah. Sedangkan zat “anti arthritic factor” juga ditemukan dalam bawang putih, gunanya mencegah rusaknya persendian. Adapun zat “methyllalyl trisulfide” dalam bawang putih berguna untuk mencegah perlengketan sel-sel darah merah.
Karena bawang putih membuat daya tahan tubuh menjadi meningkat, maka orang yang gemar mengkonsumsi bawang putih jarang terserang pilek/flu, masuk angin, serta mencegah infeksi lanjutan. Bawang putih juga berkhasiat untuk mengatasi gangguan pencernaan, asal tidak berlebihan. Orang-orang yang sukar tidur dianjurkan makan bawang putih untuk campuran sayur, sebab zat-zat yang terkandung di dalamnya langsung bekerja pada syaraf yang dapat memberikan efek tenang pada orang sebelum dan selagi tidur. Bagi orang yang sedang dalam pengobatan penyakit TBC, bawang putih bisa mempercepat proses penyembuhan, sebab langsung terserap ke dalam paru-paru dan mencegah terserapnya rabun ke dalam tubuh.