KLIPINGKU . . . . . . . . . . dibuang sayang ….

Bakso Sayuran Masak Kentang dan Soun September 15, 2007

Diarsipkan di bawah: Menu, Sahur — vinosa @ 11:30 pm

BAHAN :

  • 100 gr ayam giling
  • 100 gr ikan kakap giling
  • garam secukupnya
  • 30 gr kapri, dirajang halus
  • 1/2 buah wortel, dipotong halus
  • 2 buah kentang, dipotong-potong
  • 50 gr soun, direndam air dingin lalu dipotong-potong, tiriskan
  • 5 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 5 buah cabai merah
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas kunyit
  • garam dan merica secukupnya
  • 1 tangkai serai
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1/2 sdm biji pala
  • 1 sdm cuka

CARA MEMBUAT :

  1. Rebus wortel dan kapri hingga layu. Campur dengan ikan dan ayam giling. Tambahkan garam dan merica. Aduk rata. Bentuk bulat-bulat.
  2. Panaskan 1 liter air. Rebus bola-bola ikan di dalamnya hingga matang.
  3. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, jahe, kunyit. Tumis hingga harum. Tambahkan serai, daun jeruk. Aduk rata. Tuang ke dalam rebusan bola-bola ikan.
  4. Masukkan kentang, biarkan hingga kentang empuk. Sebelum diangkat, bubuhi cuka dan soun. Biarkan sebentar lalu angkat.

Untuk 6 porsi

Sumber : Tabloid NOVA, 20-2-1994

Resep dapat dilihat juga di sini

 

Tahu Telur Puyuh Masak Cabai Hijau September 15, 2007

Diarsipkan di bawah: Menu, Sahur — vinosa @ 11:15 pm

Bahan :

  • 1 buah tahu, dipotong kotak kecil, digoreng sebentar
  • 25 butir telur puyuh rebus
  • 5 butir bawang merah dirajang halus
  • 1 siung bawang putih, dimemarkan, lalu dicincang
  • 2 buah cabai merah, dipotong miring tipis
  • 3 buah cabai hijau, dipotong serong tipis
  • 1 lembar daun salam
  • 5 sendok makan kecap manis
  • 200 cc santan dari 1/2 butir kelapa
  • garam secukupnya

Cara Membuat :

  1. Tumis bawang merah, bawang putih hingga harum. Tambahkan cabai merah, cabai hijau, dan daun salam. Masak sampai layu.
  2. Bubuhkan kecap manis, tahu, dan telur puyuh. Aduk sebentar. Tuangkan santan dan garam. Masak hingga kuah agak mengering. Angkat dan hidangkan.

Untuk 6 porsi

Sumber : Tabloid NOVA, 20-2-1994

Resep dapat pula dilihat di sini

 

Bubur Jagung Pandan September 15, 2007

Diarsipkan di bawah: Bubur / Kolak, Buka Puasa, Menu — vinosa @ 11:00 pm

Bahan :

  • 250 gr tepung beras
  • 50 gr tapioka
  • 200 ml santan kental dan
  • 1 lt santan encer dari 1 butir kelapa parut
  • 100 ml air daun suji
  • 1 sdt garam
  • 1 kaleng (225 gr) jagung manis kalengan, tiriskan

Santan Kental :

  • 300 ml santan kental dari 1 butir kelapa
  • 2 lembar daun pandan
  • 1 sdt garam

Saus Gula :

  • 300 gr gula jawa, sisir halus
  • 200 ml air

Cara membuat :

  1. Larutkan tepung beras, tapioka dan santan kental. Tambahkan air daun suji, aduk sampai adonan licin. Sisihkan.
  2. Didihkan santan encer dan garam di atas api kecil. Tuangkan larutan tepung beras sedikit demi sedikit, sambil aduk sampai mejadi adonan yang licin dan matang.
  3. Masukkan jagung manis kalengan, aduk rata, didihkan sekali lagi. Angkat.
  4. Santan kental : Masak santan, daun pandan, dan garam diatas api kecil sambil di aduk-aduk hingga matang. Angkat.
  5. Saus gula : Didihkan air, gula jawa, dan dan daun pandan. Angkat, saring.
  6. Hidangkan bubur dengan santan kental dan saus gula.

Untuk 10 orang, Kalori per porsi 385 kalori

Resep dapat dilihat juga di sini

 

Makanan di Seputar Bulan Puasa September 14, 2007

Diarsipkan di bawah: Seputar Bulan Puasa — vinosa @ 10:46 pm

Apa saja perbedaan bahan serta pengolahan makanan selama bulan puasa? Dan mengapa kita dianjurkan untuk makan makanan kecil yang serba manis saat bebuka puasa? Bagaimana pula makanan yang tepat saat sahur sehingga tubuh bisa berpuasa selama sebulan penuh?

Bagi umat yang beragama islam , puasa dalam bulan Rhamadan adalah wajib. arti dari puasa itu sendiri sebenarnya tidak hanya menahan lapar & dahaga saja, tetapi juga menahan diri dari berbagai nafsu duniawi. berpusa agar dapat merasakan betapa penderitaan orang yang tidak dapat makan dan minum karena tidak mampu mengadakannya.

Jadi, rasanya kurang cocok bila setiap kali berbuka puasa dan sahur, inginya makanan & minuman yang berlebihan. bukankah ini menyalahi prinsip puasa?

PENTELENGGARAAN MAKANAN DI BULAN PUASA

untuk mendapatkan makanan yang siap di santap, harus melalui serangkaian kegiatan yang satu sama lain berkaitan, Yaitu dimulai dengan pengadaan bahan makanan mentah sampai mengolahnya menjadi hidangan yang lezat dan seimbang dalam zat gizi maupun jumlahnya sehingga dapat memuaskan konsumen.

kegiatan penyelenggaraan makanan selama bulan puasa tak berbeda dengan sebelumnya, tetapi perlu disesuikan dengan pola hidup yang terjadi pada bulan puasa. pada bulan puasa, kegiatan makan banyak dijalankan pada malam hari. yaitu dimulai pada jam berbuka puasa sampai jam makan sahur. sedang pada pada pagi sampai sore hari, sama sekali tidak ada kegiatan makan. karena kegiatan makan dimulai sore hari, kegiatan penyelenggaraan makanan, dalam hal ini kegiatan masak-memasak, banyak dimulai menjelang sore hari, agar dapat menyiapkan hidangan yang baru, segar, dan bergizi.

CIRI-CIRI MAKANAN DALAM BUALAN PUASA

Tak beda dengan makanan bukan bulan puasa. Yaitu antara lain :

Makanan seimbang dalam zat gizi maupun dalam penggunaan bahan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Penganekaragaman bahan pangan, agar dengan mudah mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkan dan mudah untuk menentukan jenis masakan yang akan dipilihnya.

Aman, berarti bebas dari segala macam bibit penyakit atau tidak terkontaminasi dengan bibit penyakit.

Bebas dari zat-zat racun yang mungkin ada dalam bahan makanan itu sendiri atau yang timbul karena salah pengolahan atau penyimpanannya.

Hidangan dengan bumbu atau sambal yang pedas dibatasi. Umumnya hidangan dengan sambal merangsang dan cenderung makan banyak, bahkan terlalu banyak.

PORSI MAKANAN

Volume kegiatan pada bulan puasa sehari-harinya berkurang dibanding bila tidak berpuasa. Lama berpuasa akan memberikan “after effect” yaitu penurunan basal metabolisme karena tubuh perlu menyesuaikan diri dengan kekurangan “supplay” (pasokan) energi.

Selama puasa nafsu makan tertahan. Ini disebabkan adanya suatu zat hasil sampingan metabolisme zat protein tubuh yang dapat mempengaruhi menurunnya nafsu makan. Nah, hal-hal inilah yang menyebabkan orang tak dapat makan banyak. Porsi makanan perlu disesuaikan, yaitu lebih kecil dibanding sebelum puasa. Kalori yang dibutuhkan menurun.

JENIS DAN TAHAP MAKANAN YANG DIPILIH

Sejurus setelah berbuka puasa, teguklah air putih biasa 1 gelas atau secukupnya untuk membasahi serta menyegarkan tubuh dan alat-alat tubuh yang seharian tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian setelah selesai salat, mulailah dengan makanan yang agak ringan segar, manis-manis. Misalnya es kelapa muda, es buah, jus buah. Atau jajanan yang manis seperti sarikaya, kolak, bubur candil, dan sejenisnya. Santaplah dengan jumlah yang terbatas seperti menyiapkan porsi makanan selingan.

Mengapa manis? Agar zat gula yang masuk dapat segera menghasilkan energi untuk memulihkan kebugaran tubuh secara cepat. Di samping itu dapat pula mengembalikan nafsu makan, makanan lengkap dapat dimakan dengan lahap.

Setelah 1-2 jam barulah makan hidangan lengkap yang disusun sesuai dengan pedoman 4 sehat 5 sempurna dengan variasi yang disesuaikan dengan selara dan kemampuan masing-masing. Bagi yang harus mengurangi berat badan, perlu memperhitungkan jumlah yang dimakan dan jenis makanan yang dipilih. Misalnya mengurangi makanan yang banyak lemak dan manis. Selama bulan puasa merupakan kesempatan yang baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Setelah makan lengkap, berhentilah makan, jangan diteruskan dengan ngemil.

MAKANAN SAHUR

Merupakan suatu ujian pula, bila setiap mau makan sahur harus bangun pagi sekali/dini hari. Tapi ini perlu dijalankan. Kalau tidak pada siang harinya tidak dapat menahan lapar sampai jam berbuka puasa tiba. Bila dipaksakan, kemungkinan timbul gejala-gejala sakit lambung/maag sangat mudah. Bila sakit terpaksa membatalkan berpuasa, bukan?

Tentang jenis makannnya, biasanya dipilih yang dapat dimakan panas-panas. Misalnya nasi panas dengan lauk pauknya Yang juga dalam keadaan yang panas. Rawon, soto, sop, asem-asem, biasanya enak dimakan selagi panas. Paling sedikit, nasinya yang panas.

Makanan berlemak dapat membantu menahan lapar lebih lama, dari pada makanan yang bergula atau yang mengandung karbohidrat. Volume dibuat kecil tapi padat gizi, cukup kalori, agar dapat digunakan tubuh menjalankan kegiatan sampai tiba kembali waktu berbuka puasa. Kebutuhan zat-zat lain seperti vitamin, mineral, akan terpenuhi bila hidangan disusun seimbang dan menggunakan aneka garam bahan makanan. Nah dari uraia diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Selama bulan puasa pola hidup berubah
  2. Penyelenggaraan makanan pada bulan puasa berbeda, dalam kegiatan masak memasak untuk menyiapkan makanan buka puasa dan sahur.
  3. Kegiatan makan sebagian besar dijalankan pada malam hari.
  4. Porsi makan lebih kecil dibanding sebelum puasa.
  5. Makanan manis-manis cocok dihidangkan pada permulaan berbuka puasa.
  6. Makanan berlemak sesuai dihidangakn pada saat sahur, agar dapat lebih lama menahan lapar.
  7. Yang penting ialah dianjurkan untuk berhenti makan sebelum kenyang sekali.
  8. Usahakan dapat tidur setelah berbuka puasa lengkap, telah selesai.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Sumber : Tabloid NOVA, 20-02-1994

 

Bubur Sumsum Sagu Mutiara September 13, 2007

Diarsipkan di bawah: Bubur / Kolak, Buka Puasa, Menu — vinosa @ 10:32 pm

Bahan :

  • 250 gr tepung beras
  • 700 ml santan kental dan
  • 1700 ml santan cair dari 1,5 butir kelapa parut
  • 2 lembar daun pandan
  • 1/2 sdm garam
  • 100 gr sagu mutiara, rebus

Saus Gula Jahe :

  • 300 ml air
  • 200 gr gula jawa, sisir halus
  • 5 cm jahe, kupas, iris tipis

Cara membuat :

  1. Aduk rata tepung beras dan santan kental. Sisihkan
  2. Didihkan santan cair, daun pandan dan garam di atas api sedang. Masukkan larutan tepung beras, aduk cepat satu arah. Masak sampai matang, angkat.
  3. Saus Gula : Didihkan air, gula jawa, dan jahe. Masak sampai gula leleh. Angkat, saring.
  4. Taruh 5 sendok makan bubur dalam mangkuk saji, beri sagu mitiara. Siram dengan saus gula. Sajikan

Untuk : 8 orang

Kalori per porsi 300 kalori

 

Ote-ote Porong September 11, 2007

Diarsipkan di bawah: Jawa Timur, madura, Masakan Daerah — vinosa @ 5:24 pm

Bahan :

Kulit :

  • 125 gr kedelai putih, rendam dalam air selama 10 jam
  • 25 gr bawang putih
  • 600 ml santan
  • 1 butir telur ayam
  • 250 gr tepung beras
  • garam secukupnya
  • Kaldu instan secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng

Isi :

  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 2 siung bawang putih diiris-iris
  • 125 gr irisan daun bawang
  • 250 gr daging giling ayam
  • 25 gr jamur kuping, rendam dalam air, tiriskan, diiris-iris
  • 1/2 sdt kaldu instan
  • garam secukupnya
  • gula pasir secukupnya
  • kecap ikan secukupnya
  • kecap manis secukupnya
  • minyak wijen secukupnya

Cara membuat :

1. Kulit :

Blender kacang kedelai bersama bawang putih, santan dan telur sampai halus, angkat, campur dengan tepung beras, garan dan kaldu instan, aduk rata.

2. Isi :

Tumis dengan minyak bawang putih dan daun bawang sampai keluar aroma, masukkan daging ayam, aduk, masukkan irisan jamur kuping, kaldu instan, garam, gula, kecap ikan dan kecap manis, aduk, beri minyak wijen, aduk rata, setelah makan angkat

3. Panaskan minyak dalam wajan, setelah panas masukkan sendok sayur hingga terendam dan panas, lalu angkat, tuang sedikit adonan kulit kedalam sendok sayur sambil diratakan menutupi permukaan sendok membentuk cekungan lalu beri adonan isi kemudian tutup kembali dengan adonan kilit sambil diratakan, setelah itu masukkan kedalam minyak panas. Setelah agak kering keluarkan ote-ote samapai terlepas dari sendok sayur,lanjutkan menggoreng sampai matang dan kecoklatan, angkat, sisihkan, lakukan demikian terus sampai adonan habis.

4. Hidangkan bersama cabai rawit

Untuk : 18 buah (1 buah = 159 kalori)

Sumber : Kompas Minggu

 

Ayam Cocoh (Ayam Panggang Bumbu Rujak) September 11, 2007

Diarsipkan di bawah: Jawa Timur, madura, Masakan Daerah — vinosa @ 5:00 pm

Bahan :

  • 1 ekor ayam, dibelah 2
  • 2 sdm air jeruk nipis
  • 2 sdm minyak untuk menumis
  • 1 batang sereh
  • 1 lembar daun jeruk
  • 200 ml santan
  • 1 sdm gula merah

Bumbu yang dihaluskan :

  • 5 butir kemiri
  • 3 buah cabai merah
  • 5 butir bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 1 iris kencur
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/4 sdt merica
  • 1 iris kecil jahe
  • 1 sdm garam

Cara membuat :

  1. Lumuri ayam dengan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit, lalu dipanggang setengan matang, angkat.
  2. Ayam yang telah dipanggang itu dimemarkan, sisihkan.
  3. Tumis dengan minyak bumbu yang telah dihaluskan, masukkan sereh dan daun jeruk, tumis sampai layu.
  4. Masukkan santan dan gula merah, aduk, masukkan ayam, masak sampai kuah kental, angkat.
  5. Panggang ayam di atas bara api hingga kering, angkat.
  6. Hidangkan.

Untuk : 10 porsi @ 106 kalori

Sumber : Kompas Minggu

 

Manfaat Lidah Buaya September 10, 2007

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — vinosa @ 6:20 pm

tulisan berikut adalah e-mail dari Budiman yang saya terima tentang manfaat lidah buaya, saya posting disini mungkin bisa diambil manfaatnya bagi pembaca.

Aku sangat terkesan dengan tanaman ini waktu temanku bilang untuk
mengobati luka bakar cukup diolesi lendir tanaman ini.

Nggak lama berselang, saya kena knalpot motor. Teringat anjuran temanku
itu, langsung aku cari lidah buaya dan mengolesi bagian tubuh yang
kena knalpot itu. Luar biasa! saat itu juga rasa panas yang menjalar,
mendadak hilang dan tidak ada gelembung cairan seperti kalau tubuh kita
terkena panas (kalau pecah sebelum waktunya, panasnya bukan main).

Sejak itu, aku selalu menyebarkan pengelaman pribadiku itu. Kalau ada
yang kena gosokan, knalpot, kompor, penggorengan, minyak panas, aku
sarankan langsung cari lidah buaya, olesi bagian yang terkena panas dengan
lidah buaya. Jangan diolesi odol (pasta gigi), kecap, sabun, garam atau
lainnya. CUKUP LIDAH BUAYA!!

Satu lagi, kalau kita yakin dengan tanaman ini dan memaksimalkan
pemberdayaan kegunaan tanaman ini (mulai dari produk penganan, suplemen diet,
antiradang, antibakteri, antidiabetes, antikanker dll), insya Allah
kita akan sedikit ketergantungan kita terhadap obat-obatan yang kian
mahal.

 

Antibiotik Aman untuk Anak September 6, 2007

Diarsipkan di bawah: Kesehatan — vinosa @ 11:05 am

Pendapat yang meragukan antibiotik tidak aman bagi anak-anak adalah tidak benar. Jika antibiotik digunakan secara terukur, sesuai dosis, dan tepat indikasinya, maka efeknya akan aman di tubuh anak-anak. Anak dan dewasa jelas memiliki dosis yang berbede dalam mengonsumsi antibiotik. Inilah yang harus diperhatikan benar oleh dokter. “Karena jika ukuran penggunaannya tidak tepat, dosisnyapun tidak tepat, kuman-kuman dapat menjadi resisten,” jelas dr. Erwin P Soenggoro, SP.A dar RS Fatmawati Jakarta.

(lagi…)