KLIPINGKU . . . . . . . . . . dibuang sayang ….

Menilik Beberapa Sumber Stres pada Remaja Juni 26, 2007

Filed under: Keluarga dan Wanita — vinosa @ 9:59 pm

Stres pada Remaja

Stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang bisa terjadi pada siapapun, termasuk pada kaum remaja. Di usia ini, bimbingan orang tua menjadi hal yang mutlak mengingat emosi anak yang masih labil dan efek lanjutan yang mungkin timbul akibat gangguan tersebut.

Karena itulah pengetahuan akan beberapa faktor pemicu stres pada remaja perlu diketahui agar orang tua mengetahui pendekatan yang paling tepat digunakan pada anak.

Kehidupan sekolah adalah salah satu faktor utama penyebab stres pada remaja. Tuntutan akademis yang dinilai terlampau berat, hasil ujian yang buruk, tugas yang menumpuk dan ekspektasi orangtua yang terlalu tinggi pada anak hanyalah beberapa contoh dari faktor ini. Demikian pula dengan lingkungan pergaulan, dimana teman bagi seorang remaja bisa jadi segalanya, bahkan melebihi keluarganya sendiri.

Meski terdengar sepele, kondisi fisik atau bentuk tubuh menjadi bentuk stres yang lain. Tubuh yang terlampau gemuk, kurus, tinggi, atau jarawat yang terlalu banyak adalah perasaan yang kerap muncul dan mengganggu dalam diri seorang remaja. Apalagi saat ini bagi sebagian orang gaya menjadi faktor penentu suksesnya sebuah pergaulan.

Hal berikut adala kondisi keluarga. Perceraian, hubungan dengan orang tua yang tidak harmonis menjadi faktor lain yang kerap membuat seorang remaja stres. Demikian pula kondisi keuangan keluarga yang pas-pasan dapat menjadi masalah yang sangat sensitif bagi remaja.

Kisah asmara adalah faktor klise yang secara dominan mewarnai kehidupan remaja. Tapi meskipun klise, perasaan ditinggal oleh orang-orang yang disayangi bisa membuat emosi seseorang menjadi tak terkendali, bahkan tak jarang membuatnya mengambil tindakan yang nekat.

Karena itu orang tua wajib menciptakan suasana keterbukaan dengan anak. Perhatian dan kasih sayang adalah satu hal yang mutlak dilakukan disamping memberi lingkungan yang aman sehingga sianak tahu harus pergi kemana saat hatinya gundah. Karena yang dibutuhkan oleh meraka seringkali hanyalah telinga untuk mendengarkan semua keluh kesah yang dialami.

Sumber: Kompas, 19 Februari 2006

 

SOP BUNTUT Juni 24, 2007

Filed under: Masakan,Sup — vinosa @ 11:37 pm

BAHAN-BAHAN :

1 kg buntut sapi

5 buah wortel

25 buah kapri

1 kembang kol yang kecil

bawang goreng secukupnya

seledri dan daun bawang secukupnya

BUMBU :

1/2 sdt merica/lada

1 sdt biji pala halus

1 1/2 sdm garam

sedikit bumbu masak

CARA MEMBUAT :

1. Buntut sapi direbus dengan 6 gelas air sampai empuk, tambahkan merica, biji pala, cengkeh dan garam.

2. Kapri dan wortel dibersihkan dan dipotong kecil-kecil (seperti untuk sup), masukkan dalam rebusan buntut sapi, lalu tambahkan daun seledri dan daun bawang, tunggu hingga mendidih.

3. Siap disajikan panas-panas dengan ditaburi bawang goreng.

 

Mencegah Agar Lemari Pakaian Tidak Lembab

Filed under: Kotak Ide — vinosa @ 5:51 am

Lemari pakaian yang selalu dalam keadaan tertutup, membuat udara didalamnya menjadi lembab dan berbau. Pakaian yang lama tidak digunakan akan lekas rusak, kadang-kadang ada pakaian yang sampai berjamur. Untuk menghindarinya ada cara mudah, yaitu meletakkan beberapa potong arang (5-7 potong) yang telah dibungkus kain kasa disudut lemari. Jika menggunakan kain kasa yang terlalu besar lobangnya, dapat dibuat dua lapis, agar tidak menodai pakaian anda.

Sumber: Majalah Femina

 

Erlin, Peneliti Khasiat Lidah Buaya Juni 22, 2007

Filed under: Kesehatan — vinosa @ 8:29 am

aloe-vera.jpg

Dikeluarganya, sejak kecil dirinya dijuluki penyakitan karena daya tahan tubuhnya yang lemah dan mudah sakit. Tekanan darah yang cenderung selalu dibawah normal, mudah masuk angin dan terkena influenza, hingga gangguan pencernaan.

Seringnya mengkonsumsi obat membuat dirinya malah mengidap alergi terhadap beberapa jenis obat. Karena jenuh dengan kondisinya itu, Erlin Nurtiyani(46) kemudian mencari-cari suplemen alami berbahan baku nabati.

Hingga suatu saat, awal tahun 1990-an, dia menemukan produk kesehatan impor dari Amerika Serikat berupa ekstrak cairan lidah buaya (aloe vera). Harganya terbilang mahal, sekitar Rp 500.000 untuk 500 mililiter. “Saya heran, lidah buaya yang disini tanamannya berserakan dimana- mana bisa jadi produk kesehatan untuk diminum seperti itu”, ujar Erlin yang tujuh tahun terakhir meneliti dan mengembangkan produk kesehatan berbahan lidah buaya.

Sebagai peneliti dan pengajar di Departemen Biologi Fakultas Matemetika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI), Erlin tergerak meneliti lebih lanjut segala hal mengenai lidah buaya. Sejak tahun 1998 Erlin intensif meneliti khasiat lidah buaya bagi kesehatan tubuh.

Padahal sejak tahun 1750 sebelum masehi, orang Samaria telah memanfaatkan tanaman itu sebagai bahan baku di bidang farmasi. Suku Indian kuno di Meksiko juga telah mengenal sejak lama khasiat lidah buaya. Jika dikonsumsi secara kontinu, dapat membersihkan organ-organ tubuh.

Asal mula lidah buaya diduga dari Kepulauan Canary, barat Afrika. Nama Aloe vera sendiri berasal dari bahasa Arab “aloeh” yang artinya zat pahit yang mengilap. Tanaman ini masuk ke Indonesia karena dibawa petani Cina pada abad ke-17. Salah satu jenis tanaman lidah buaya yang unggul di Indonesia adalah jenis yang tumbuh di Pontianak, Kalimantan Barat, yaitu A vera barbadensis dan A vera sinensis.

Menurut Erlin, pemanfaatan dan ekplorasi lidah buaya di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara Barat yang mendatangkan lidah buaya dari Afrika serta negara tropis lainnya. Di Barat, lidah buaya digunakan untuk bahan kosmetik dan produk makanan-minuman. Sebagai suplemen kesehatan, lidah buaya juga dijadikan cairan ekstrak, kapsul, hingga tepung.

Lidah buaya, menurut Erlin, dapat bermanfaat sebagai anti jamur, antibakteri, anti inflamasi, dan regenerasi sel, selain menurunkan kadar gula darah penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, mengatasi gangguan hati, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker, serta bermanfaat sebagai nutrisi pendukng bagi pengidap HIV?AIDS. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencantumkan lidah buaya dalam daftar tanaman obat yang menjadi prioritas.

Dari penelitian serta studi literatur yang dilakukannya, Erlin akhirnya berusaha membuat produk olahan lidah buaya yang bisa dikonsumsi dengan nyaman. Erlin mencari cara pemrosesan yang memungkinkan kandungan nutrisi penting lidah buaya tetap maksimal, namun rasa pahit lendir lidah buaya (dari zat aloin) tidak lagi terasa. Akhirnya sejak awal tahun 2000 Erlin berhasil membuat produk minuman yang disebutnya Kavera. “Bahan bakunya lidah buaya jenis barbadensis yang kini saya peroleh dari petani Bogor, Parung, Banten, hingga Semarang. Semua tanaman itu harus ditanam organik (tanpa pupuk kimia dan pestisida)” tutur Erlin.

Lidah buaya, disebutkan Erlin, kaya akan nutrisi, terutama mukopolisakarida (MPS), senyawa konpleks karbohidrat yang dibangun ribuan molekul gula manosa, galaktosa, dan glukosa. Keunikannya, MPS mempunyai rantai gula panjang dan tidak dapat dipecah atau terpecah, masuk kedalam aliran darah atau membran sel dengan proses pinositosis. Sebab itu lidah buaya, dapat menyokong sistem kekebalan tubuh.

Kavera yang diproduksinya kini masih dalam skala rumah tangga dan dilakukan dikampus UI. Dengan kapasitas produksi 7000 gelas/botol per bulan, Kavera telah memenuhi permintaan dari berbagai daerah. Erlin mengatakan, dia baru bisa memproduksi Kavera dengan proses padas, melalui cara tradisional, tanpa teknologi. Namun, MPS dan sejumlah mineral dapat diperoleh maksimal. “Sebenarnya dengan proses dingin akan lebih ideal karena nutrisi berbagai asam amino dan vitamin bisa diperoleh, namun itu butuh teknologi yang tidak murah,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu peneliti, asal Perancis juga meminta bantuannya untuk meneliti limbah lidah buaya, yaitu kulitnya yang ternyata mermanfaat untuk makanan larva lalat berprotein tinggi sebagai pakan ikan. Erlin belakangan juga membuat kulit limbah lidah buaya menjali suplemen kapsul, yang sejauh ini hanya untuk konsumsi pribadi dan juga dicobakan pada ibunya, Rukmini (78) yang bermanfaat mendatangkan kebugaran.

Erlin mengaku sangat menyayangkan pengolahan lidah buaya di Indonesia yang jauh tertinggal, bahkan mengimpor produk olahan dari Amerika dan Australia dalam bentuk bubuk dan gel sebagai bahan baku, misalnya pada industri kosmetik. Erlin mengaku kerap menerima keluhan petani lidah buaya yang kebingungan memasarkan hasil panennya. “Lidah buaya yang mudah tumbuh berserakan di Indonesia ini seharusnya bisa menjadi sumber daya alam unggulan kita. Sayang belum banyak yang serius meliriknya” ujar Erlin.

Sumber: Kompas ….

 

Menghilangkan Permen Karet Pada Baju Juni 21, 2007

Filed under: Kotak Ide — vinosa @ 5:00 am

Anak-anak sering membuang sampah permen karet disembarang tempat, sering membuat jengkel ketika bekas permen karet tersebut menempel di celana atau baju dan sukar untuk dibersihkan. Ada cara mudah untuk menghilangkannya, yaitu dengan membasahi kain yang terkena permen karet tersebut dengan minyak kayu putih, dan permen karet dapat dilepas dengan mudah. Untuk menghilangkan bau minyak kayu putih, kita dapat mencucinya dengan sabun.

 

Kafein Kurangi Rasa Sakit Juni 20, 2007

Filed under: Kesehatan — vinosa @ 8:07 am

coffe.jpg

Jenis minuman apa yang Anda bawa saat melakukan olah raga? Mungkin bukan kopi. Tapi sebuah penelitian yang dirilis The Journal of Pain, Desember 2006, ternyata menyebutkan bahwa meminum kopi sebelum berolah raga dapat mengurangi rasa sakit pada otot akibat olahraga hingga 50%.

Patrick O’Connor, salah seorang peneliti dari Departement of Kinesiology University of Georgia, Athens, menyebutkan kafein ternyata sangat efektif dalam mengurangi rasa sakit pada otot. “Malah lebih efektif dari obat-obatan yang biasa digunakan untuk penyembuh sakit otot” katanya.

Tapi kondisi ini tidak berlaku untuk peminum kopi berat atau jenis minuman lain yang mengandung kafein. “Efektifitas kefein dalam menghilangkan rasa sakit di otot hanya berlaku pada mereka yang jarang minum kopi” ujar O’Connor. Yang penting minumlah secukupnya . Kalau berlebihan, bukannya rasa sakit yang hilang, malah Anda bisa merasa gelisah, jantung berdebar, atau sulit tidur.

Sumber : Koran Tempo 24 Januari 2007

 

Meningkatkan Daya Ingat Anak

Filed under: Keluarga dan Wanita — vinosa @ 12:26 am

child-toys-abacus.jpg

Kemampuan memori setiap orang ternyata bukanlah semata-mata hasil genetika, tetapi juga karena adanya rangsangan dan pembentukan yang dimulai sejak dini. Peranan orang tua sangat signifikan dalam proses bembentukannya dan harus dilakukan secara kontinu.

Seperti diketahui, kemampuan memori memegang peranan yang krusial dalam proses pembelajaran dan bagi banyak orang menjadi salah satu tolok ukur dalam intelektualitas. Bahkan hal ini merupakan aset berharga sepanjang hidup. Tak heran bila banyak orang pun berusaha untuk terus meningkatkan daya ingat dan mengasah ketajamannya.

Banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari memperkenalkan musik-yang kemudian bisa dinyanyikan bersama anak-hingga melalui permainan-permainan yang mampu memberi rangsangan pada ketajaman memori. Tidak perlu menggunakan permainan yang khusus dan melihat harganya, hal-hal yang sederhana pun mampu memberi stimuli yang diperlukan untuk meningkatkan daya ingat. Misalnya setelah membacakan buku kesayangan anak, bantulah mereka mengingat kembali jalan ceritanya, seperti nama tokoh, nama tempat dan seterusnya. Dengan melakukan pengulangan, lama-lama anakpun akan terbiasa mendengarkan dan merekamnya dalam memori mereka.

Ketika anak beranjak besar, Anda dapat terus melatihnya dengan membuat teka-teki yang sifatnya bermain dan bersenang-senang, seputar jalan cerita buku yang telah dibacanya. Lagipula, membaca merupakan cara kuno yang masih diakui kemanjurannya untuk membantu menajamkan daya ingat.

Di usia balita, kegiatan fisik pada anak sangat diperlukan untuk mengembangkan sensor motorik dan sebagai salah satu cara bagi mereka untuk mengeksplorasi lingkungan. Hal ini pun bisa dimanfaatkan untuk sekaligus memberi rangsangan kemampuan mengingat pada anak. Caranya dengan mengajak anak menirukan gerakan yang Anda lakukan, misalnya tiga jenis gerakan yang berbeda. Apabila anak berhasil, lanjutkan ke tahap yang lebih sulit dengan lebih banyak gerakan. Dengan demikian, anak akan terbiasa untuk mengingat sesuatu yang diterimanya dengan cepat dan mampu untuk “memanggil” ingatannya kembali.

Masih banyak lagi permainan yang bisa dilakukan. Namun, satu hal yang pasti, jangan lupa memberi pujian pada anak yang akan menjadi salah satu motivator bagi mereka untuk terus belajar.

Sumber: Kompas,16 Juli 2006