KLIPINGKU . . . . . . . . . . dibuang sayang ….

Makanan di Seputar Bulan Puasa September 14, 2007

Filed under: Seputar Bulan Puasa — vinosa @ 10:46 pm

Apa saja perbedaan bahan serta pengolahan makanan selama bulan puasa? Dan mengapa kita dianjurkan untuk makan makanan kecil yang serba manis saat bebuka puasa? Bagaimana pula makanan yang tepat saat sahur sehingga tubuh bisa berpuasa selama sebulan penuh?

Bagi umat yang beragama islam , puasa dalam bulan Rhamadan adalah wajib. arti dari puasa itu sendiri sebenarnya tidak hanya menahan lapar & dahaga saja, tetapi juga menahan diri dari berbagai nafsu duniawi. berpusa agar dapat merasakan betapa penderitaan orang yang tidak dapat makan dan minum karena tidak mampu mengadakannya.

Jadi, rasanya kurang cocok bila setiap kali berbuka puasa dan sahur, inginya makanan & minuman yang berlebihan. bukankah ini menyalahi prinsip puasa?

PENTELENGGARAAN MAKANAN DI BULAN PUASA

untuk mendapatkan makanan yang siap di santap, harus melalui serangkaian kegiatan yang satu sama lain berkaitan, Yaitu dimulai dengan pengadaan bahan makanan mentah sampai mengolahnya menjadi hidangan yang lezat dan seimbang dalam zat gizi maupun jumlahnya sehingga dapat memuaskan konsumen.

kegiatan penyelenggaraan makanan selama bulan puasa tak berbeda dengan sebelumnya, tetapi perlu disesuikan dengan pola hidup yang terjadi pada bulan puasa. pada bulan puasa, kegiatan makan banyak dijalankan pada malam hari. yaitu dimulai pada jam berbuka puasa sampai jam makan sahur. sedang pada pada pagi sampai sore hari, sama sekali tidak ada kegiatan makan. karena kegiatan makan dimulai sore hari, kegiatan penyelenggaraan makanan, dalam hal ini kegiatan masak-memasak, banyak dimulai menjelang sore hari, agar dapat menyiapkan hidangan yang baru, segar, dan bergizi.

CIRI-CIRI MAKANAN DALAM BUALAN PUASA

Tak beda dengan makanan bukan bulan puasa. Yaitu antara lain :

Makanan seimbang dalam zat gizi maupun dalam penggunaan bahan makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Penganekaragaman bahan pangan, agar dengan mudah mendapatkan semua zat gizi yang dibutuhkan dan mudah untuk menentukan jenis masakan yang akan dipilihnya.

Aman, berarti bebas dari segala macam bibit penyakit atau tidak terkontaminasi dengan bibit penyakit.

Bebas dari zat-zat racun yang mungkin ada dalam bahan makanan itu sendiri atau yang timbul karena salah pengolahan atau penyimpanannya.

Hidangan dengan bumbu atau sambal yang pedas dibatasi. Umumnya hidangan dengan sambal merangsang dan cenderung makan banyak, bahkan terlalu banyak.

PORSI MAKANAN

Volume kegiatan pada bulan puasa sehari-harinya berkurang dibanding bila tidak berpuasa. Lama berpuasa akan memberikan “after effect” yaitu penurunan basal metabolisme karena tubuh perlu menyesuaikan diri dengan kekurangan “supplay” (pasokan) energi.

Selama puasa nafsu makan tertahan. Ini disebabkan adanya suatu zat hasil sampingan metabolisme zat protein tubuh yang dapat mempengaruhi menurunnya nafsu makan. Nah, hal-hal inilah yang menyebabkan orang tak dapat makan banyak. Porsi makanan perlu disesuaikan, yaitu lebih kecil dibanding sebelum puasa. Kalori yang dibutuhkan menurun.

JENIS DAN TAHAP MAKANAN YANG DIPILIH

Sejurus setelah berbuka puasa, teguklah air putih biasa 1 gelas atau secukupnya untuk membasahi serta menyegarkan tubuh dan alat-alat tubuh yang seharian tidak mendapatkan apa-apa. Kemudian setelah selesai salat, mulailah dengan makanan yang agak ringan segar, manis-manis. Misalnya es kelapa muda, es buah, jus buah. Atau jajanan yang manis seperti sarikaya, kolak, bubur candil, dan sejenisnya. Santaplah dengan jumlah yang terbatas seperti menyiapkan porsi makanan selingan.

Mengapa manis? Agar zat gula yang masuk dapat segera menghasilkan energi untuk memulihkan kebugaran tubuh secara cepat. Di samping itu dapat pula mengembalikan nafsu makan, makanan lengkap dapat dimakan dengan lahap.

Setelah 1-2 jam barulah makan hidangan lengkap yang disusun sesuai dengan pedoman 4 sehat 5 sempurna dengan variasi yang disesuaikan dengan selara dan kemampuan masing-masing. Bagi yang harus mengurangi berat badan, perlu memperhitungkan jumlah yang dimakan dan jenis makanan yang dipilih. Misalnya mengurangi makanan yang banyak lemak dan manis. Selama bulan puasa merupakan kesempatan yang baik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Setelah makan lengkap, berhentilah makan, jangan diteruskan dengan ngemil.

MAKANAN SAHUR

Merupakan suatu ujian pula, bila setiap mau makan sahur harus bangun pagi sekali/dini hari. Tapi ini perlu dijalankan. Kalau tidak pada siang harinya tidak dapat menahan lapar sampai jam berbuka puasa tiba. Bila dipaksakan, kemungkinan timbul gejala-gejala sakit lambung/maag sangat mudah. Bila sakit terpaksa membatalkan berpuasa, bukan?

Tentang jenis makannnya, biasanya dipilih yang dapat dimakan panas-panas. Misalnya nasi panas dengan lauk pauknya Yang juga dalam keadaan yang panas. Rawon, soto, sop, asem-asem, biasanya enak dimakan selagi panas. Paling sedikit, nasinya yang panas.

Makanan berlemak dapat membantu menahan lapar lebih lama, dari pada makanan yang bergula atau yang mengandung karbohidrat. Volume dibuat kecil tapi padat gizi, cukup kalori, agar dapat digunakan tubuh menjalankan kegiatan sampai tiba kembali waktu berbuka puasa. Kebutuhan zat-zat lain seperti vitamin, mineral, akan terpenuhi bila hidangan disusun seimbang dan menggunakan aneka garam bahan makanan. Nah dari uraia diatas dapat disimpulkan bahwa:

  1. Selama bulan puasa pola hidup berubah
  2. Penyelenggaraan makanan pada bulan puasa berbeda, dalam kegiatan masak memasak untuk menyiapkan makanan buka puasa dan sahur.
  3. Kegiatan makan sebagian besar dijalankan pada malam hari.
  4. Porsi makan lebih kecil dibanding sebelum puasa.
  5. Makanan manis-manis cocok dihidangkan pada permulaan berbuka puasa.
  6. Makanan berlemak sesuai dihidangakn pada saat sahur, agar dapat lebih lama menahan lapar.
  7. Yang penting ialah dianjurkan untuk berhenti makan sebelum kenyang sekali.
  8. Usahakan dapat tidur setelah berbuka puasa lengkap, telah selesai.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

Sumber : Tabloid NOVA, 20-02-1994